Select Menu
Select Menu

Favourite

Artikel

Opini

Tokoh

Cerpen

Humor

Tips

Seni Budaya

Gallery

» » Gagal Cinta Pembangun Kesuksesan


alawysyihab 16.23 0



Gagal Cinta Pembangun Kesuksesan
                        Karya : Aji Pangestu
“Pokoknya kamu harus sekolah di Madrasah !!!”
“Enggak Pa, Ashraf nggak mau ! pokoknya Ashraf pengen di SMA dan ambil jurusan Bahasa.”
Pertengkaran itu berlangsung lama dari biasanya yang terjadi. Ashraf  hanya ingin maunya kali ini dituruti. Bapaknya juga tak mau kalau kemauannya ditentang oleh Ashraf, semua untuk kebaikan ashraf  juga. Semua sudah dipikirkan oleh Pak Rosyid.
Sejak saat itu Ashraf sudah tak seperti anak Pak Rosyid lagi, ia menjadi anak yang brutal. Bahkan kerap membuat onar di Madrasah. Ia tak seperti anak Madrasah yang berperilaku nyantri dan sopan. Ia kerap mabuk dan meninggalkan kewajibannya sebagai khalifah dibumi. Bapaknya sudah sambat dengan perilaku anaknya yang semakin hari semakin brangas akan haus darah manusia. Bapaknya bukan orang yang kaya, rumah saja hampir tak layak untuk ditempati sekeluarga. Itu juga salah satu alasan Papanya menyekolahkan Ashraf di Madrasah agar tidak terlalu tinggi biayanya mengenyam pendidikan dan di Madrasah Agama lebih ditekankan dibanding sekolah  umum. Negara ini perlu orang yang Jujur, Adil, dan Bertaqwa.
Dengan keadaan yang sedemikian rupa istri Pak Rosyid kerap marah-marah dan tidak peduli dengan suaminya. Ashrafpun seolah mengerti, tapi ia sudah tak bisa berfikir jernih lagi. Semua itu karna ia tak bisa bersekolah di SMA impiannya. Dengan cobaan yang rumit istri Pak Rosyid  berniat ingin minta cerai dengan suaminya, Pak Rosyid berusaha demi menjaga perbuatan halal tapi dibenci Allah SWT itu tak pernah terjadi pada keluarganya. Semuanya sia-sia, memang takdir berkata lain. Pertengkaran hebat terjadi padawaktu Ashraf pulang Sekolah. Pikiran  penat, hati gundah, badan lelah tapi suasana rumah begitu mencekam. Dengan berat hati Pak Rosyid mengatakan talak pada istrinyya, dan Ashraf tak bisa berfikir apa-apa. Ia linglung seketika, dan seketika mengadu do’a pada Allah. Kini semua usai. Ashraf dan Pak Rosyid tinggal berdua dirumah, tak ada lagi panggilan Mama. Rumah juga nampak sepi setelah kejadian itu.
“Pa, Ashraf minta maaf. Ini semua mungkin kutukan Allah karna Ashraf sudah berseteru pada Allah, tapi Ashraf janji Ashraf akan berubah.”
“Asal Ashraf berjanji selalu sholat dan berubah menjadi taat dijalan Allah , Papa memaafkan Ashraf.”
Mereka  berdua berpelukan seperti kekasih yang tak lama berjumpa, malam larut dengan desiran anginnya yang merdu. Sampai nanti bulan merindukan fajar datang.
Gadis cantik berkulit putih mematahkan penglihatan Ashraf kala itu, saat ia menyebrang jalan dan menyadari bidadari bisa berjalan dibumi. Ashraf bersama teman-temannya terpana oleh keelokan Gadis berkerudung hijau itu, Gadis itu sekolah di SMA yang dulunya di immpikan Ashraf namun kandas.  Ashraf menjumpai gadis itu dipinggir jalan, mereka berdua sempat berkenalan. Tapi tak lama Cuma Ashraf bisa mengetahui namanya saja. Tapi seragam yang dipakai sudah jelas ia bukan satu Madrasah dengan mereka.
  Cinta tak kenal kapan, dimana, siapa dan apapun. Mereka berdua saling jatuh cinta dan berpacaran. Tapi tak lama, setelah mereka berpacaran Abah Lintang mengetahuinya dan seketika itu meminta Lintang untuk tidak berhubungan dengan Ashraf. Abahnya Lintang menemuiku saat pulang sekolah  ditempat temanku yang dekat dengan rumah Lintang, dengan tegasnya Abah Lintang melarang Ashraf  berhubungan dengan Lintang, hubungan merekapun kandas.
Papa Mama Ashraf sudah cerai, hubungan asmara kandas, lengkap sudah penderitaan Ashraf, penyemangatnya sudah pergi. Tapi Ashraf bukan lelaki yang berfikir pendek sekarang, penolakan dimasa kini ia jadikan motivasi untuk berjuang mengarungi lautan ilmu yang menunggunya didalam buku. Ia pernah bercita-cita menjadi penulis, tapi pernah hilang akal juga sehingga jadi pemabuk. Semua masalalu ia kubur dalam-dalam dan ia bangun masa depan yang menantinya dengan matang. Berkat semua itu kini Ashraf sudah punya         buku-buku karyanya sendiri. Ia terbitkan dan salah satu dari buku karangannya melajut Populer dan mendapatkan penghargaan dari berbagai sumber. Yang paling berharga ialah ia bisa mendapat beasiswa di Al-Azhar University. Ia bangga dengan masa lalunya yang dapat mengubah ashraf menjadi jaya.
Perpisahan meneteskan air mata dan mengurass kesedihan. Detik-detik penerbangan Ashraf  ke Tanah yang teramat terjaga kesuciannya , Papanya selalu berpesan ia harus bisa menjadi apa yang sudah dicita-citakannya dan menyelasaikan apa yang sudah dimulainya. Begitu semangat Ashraf  belajar di Al-Azhar, kini ia tengah mengurus Sidang Skripsinya, dan semua berjalan lancar ia mendapat predikat lulusan terbaik tahun ini, ia tengah mengharumkan nama bangsanya.
Sambutan  meriah digelar Pemerintah atas jasanya, dihadiri ratusan orang-orang penting di Gedung Indonesia. Ashraf berjumpa Bapak tua dan menghampirinya, tak asing seperti pernah melihatnya. Bapak itu spontan memberi selamat atas keberhasilan mencapai kejayaannya. Kemudian memori lama memberitahu jika Bapak itu adalah Abah Lintang, gadis yang dicintainya dulu. Bapak itu meminta maaf atas sikapnya dahulu.
“Bapak minta maaf Ashraf, dulu telah bersikap kasar padamu.”
“Semua itu sudah takdir dari Allah, Bapak sudah tidak berdosa atas saya. Keduanya tersenyum, bagaimana dengan Lintang? Apa ia masih sendiri?  kiranya ia masih mencintai saya, saya akan segera menikahinya.”
Bapak itu bahagia, ia tak bisa mengucapkan kata apa-apa dan hanya terkejut tersenyum lega.  Mereka berdua lalu berpelukan seperti ayah dan anak. Janji Allah SWT memang tiada yang ingkar, semua yang telah digariskan akan tetap digarisnya. Kini Ashraf mempunyai keluarga beasar yang bahagia.

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar

Leave a Reply