Select Menu
Select Menu

Favourite

Artikel

Opini

Tokoh

Cerpen

Humor

Tips

Seni Budaya

Gallery

» » Menyibak Makna di balik “Jilbab”


Ana Rodliyah 18.06 0


Menyibak Makna di balik “Jilbab”
Oleh: Altha Lharas
Wanita dlam islam wajib nggak pake jilbab? Lalu kenapa harus pake’ jilbab? Kan nggak bisa ngetren and nggak bisa bebas! Kesannya kok dipaksakan gitu.
“wajib! Kenapa harus pake jilbab? Kesannya nggak bebas! Hem…begini, Jilbab banyak namanya. Seperti Hijab, Burqo, lalu abaya atau dalam kata lain kebaya Lalu ada juga khimar, kalau khimar ini bukan jilbab Tetapi, sebuaah penutup kepala yang biasanya digunakan oleh orang nasrani dan yahudi. Khimar tidak menutupi aurat, tetapi hanya menutupi kepala! Sedangkan Jilbab, Hijab, Burqo, abya atau kebaya Adalah sebuah penutup aurat yang sangat sempurna, untuk menjaga para mata-mata jahil yang ingin menikmati tubuh wanita. Namun sayang, jilbab dan abaya atau kebaya, akhirnya terdistorsi menjadi pakaian yang tidak menurut syari’at. Atau pakaian syari’ sekarang lebih banyak perempuan yang memakai jilbab, abaya atau kebaya yang sama dengan khimar.
Jilbab merupakan pakaian yang membebaskan para wanita dalam jeratan fitnah dunia. Sungguh, jilbab merupakan sebuah pemuliaan terhadap wanita. Pemuliaan pada tubuh-tubuh wanita yang sangat indah nan sempurna. Tidak ada pengecualian. Tidakalh seorang yang mulia itu, memperlihatkan kemuliaannya pada yang bukan tempatnya. Apalagi, dengan berjilabab, seorang wanita akan terbebas dari kehidupan glamour. Dan orang yang berjilbab tidak akan pusing-pusing mikirin bajunya trend apa tidak. Tetapi mereka akan lebih condong memikirkan apa yang akan dia perbuat, dari keistiqomahan kepada Tuhannya. Sehingga dengan bebas, wanita berjilbab dapat berbuat amal dengan ketenang jiwanya. Dan jilbab adalah pakaian trendy, sejak jaman Rasulullah sampai akhir jaman nanti. Karena terbukti, saat kemunculan islam. Jilbab tidaklah pernah dipakai oleh wanita arab. Dan pada jaman-jaman sebelumnya pula, wanita-wanita hanya dijadikan sasaran nafsu syahwat lelaki. Dengan begitu, akhirnya islam membebaskan wanita dari jeratan nafsu syahwat lelaki. Subhanallah. Tetapi sekarang, wanita-wanita yang tidak berjilbab. Mereka hanya menjadi objek pemandangan yang indah bagi para lelaki. Hanya untuk  nafsu syahwat . Masya Allah.

Kalaulah ada seorang yang mengatakan bahwa jilbab adalah pakaian wanita Arab atau jilbab merupakan pakaian kondisional di Arab. Karena daerahnya yang panas! Maka secara tegas, pernyataan itu langsung ditolak oleh wanita-wanita yang ada di Negara ini. Karena menurut kita, bahwa didaerah tropis yang cenderung berhawa panas, mataharipun yang kadang tidak sungkan-sungkan bersinar terik. Lalu, wanita-wanita Negara ini sering berpendapat “apa nggak kepanasan tuh, kalau berjibab!” inilah yang sering dinyatakan oleh wanita-wanita negara ini. Dengan pernyataan seperti itu,maka panas bukan berarti menghambat wanita untuk berjilbab. Karena di Arab, panas terik matahari lebihi panas dari negara kita ini.
 Maka dari itu, janganlah kita menganggap bahwa jilbab adalah sebuah pemaksaan pakaian terhadap wanita. Tetapi seharusnya lebih diartikan bahwa jilbab adalah kebutuhan bagi wanita. Karena jilbab adalah pembebasan bagi wanita. Mungkin jilbab akan jadi kewajiban bagi seorang muslimah yang tidak begitu mengerti tentang agama Islam. Seperti layaknya bayi, yang wajib untuk kita suapi meskipun mereka menangis tidak mau makan. Karena itu untuk kebaikan mereka sendiri. Dan jilbab akan menjadi kebutuhan bagi wanita, manakalah seorang wanita sudah mengerti tentang arti jilbab bagi dirinya sendiri. Seperti layaknya orang dewasa yang tidak diwajibkan untuk makan, tetapi dengan sendirinya mereka membutuhkan makanan tersebut.


«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar

Leave a Reply