Ingatlah para Hokage
Ana Rodliyah
17.55
0
INGATLAH!
PARA HOKAGE
" Seorang pemuda duduk beristirahat di bawah pohon, tidak lama kemudian ia tertidur pulas, di dalam tidurnya ia bermimipi mendengar sebuah suara yang berkata kepadanya," Wahai saudarakuku, apa yang engkau lakukan disini? ", lalu pemuda itu menyahut," Siapakah engkau gerangan yang berbicara kepadaku?", Suara itu pun menyahut, "akulah pohon tua yang engkau ambil manfaatnya,".
Tidak lama kemudian terjadilah sebuah dialog antara pemuda dan pohon,
Pemuda: "Maafkanlah aku wahai saudaraku"!, aku telah lancang berteduh di bawahmu.
Pohon: "Tidak wahai saudarakuku, dengan maksud inilah aku diciptakan di bumi….
Pemuda:”Akan tetapi,
"bolehkah aku bertanya kepadamu"?..
Pohon: "Apa yang
ingin engkau tanyakan''!, silahkan?
Pemuda: "Kenapa
akhir-akhir ini engkau bersedih", tidak seperti hari-hari kemarin yang
nampak ceria, "Apa engkau bersedih karena engkau sudah tua.
Pohon: "Aku tidak bersedih karena itu", karena setiap sesuatu yang ada di dunia ini, yang berawal pasti akan berakhir,.
Pohon: "Aku tidak bersedih karena itu", karena setiap sesuatu yang ada di dunia ini, yang berawal pasti akan berakhir,.
Pemuda: "Lalu apa yang ada di pikiranmu", bolehkah saya
tau!
Pohon: "Saya hanya berpikir", keadaan saudara-saudara saya yang ada di sebuah tempat yang disebut dengan perkotaan, lalu bagaimana juga dengan saudara-saudara saya yang di sekitarnya di huni oleh sekolompok manusia sepertimu.
Pemuda: " Aku mengetahui apa yang engkau maksud", engkau memikirkan keadaan saudara-saudaramu yang musnah karena sebuah bangunan-bangunan besar, dan engkau juga memikirkan, apa manusia sepertiku yang hidup pada saat ini juga melestarikan saudara-saudaramu, begitukah yang engkau pikirkan!
Pohon: Benar kawan , "saat ini manusia sepertimu hanya mengambil apa yang ia mau dan ia tidak bertanggung jawab, seperti apa yang telah ia ambil".
Pemuda: '' Maaf kawan", bukannya engkau di ciptakan di dunia ini untuk diambil manfaatnya?
Pohon: Memang benar, akan tetapi manusia sepertimu lupa, mereka hanya mengambil manfaat sementara, dan melupakan manfaat yang sesungguhnya.
Pemuda: Seperti inikah yang engkau maksud kawan, kami hanya memikirkan apa yang nikmat bagi kami, padahal suatu saat itu akan menghancurkan kami. sebagai contoh kecil, kami membuat sebuah perkotaan, sebuah pabrik dengan menghancurkan apa yang kami mau, dan lupa melestarikan apa yang kami hancurkan…
Pohon: "Saya hanya berpikir", keadaan saudara-saudara saya yang ada di sebuah tempat yang disebut dengan perkotaan, lalu bagaimana juga dengan saudara-saudara saya yang di sekitarnya di huni oleh sekolompok manusia sepertimu.
Pemuda: " Aku mengetahui apa yang engkau maksud", engkau memikirkan keadaan saudara-saudaramu yang musnah karena sebuah bangunan-bangunan besar, dan engkau juga memikirkan, apa manusia sepertiku yang hidup pada saat ini juga melestarikan saudara-saudaramu, begitukah yang engkau pikirkan!
Pohon: Benar kawan , "saat ini manusia sepertimu hanya mengambil apa yang ia mau dan ia tidak bertanggung jawab, seperti apa yang telah ia ambil".
Pemuda: '' Maaf kawan", bukannya engkau di ciptakan di dunia ini untuk diambil manfaatnya?
Pohon: Memang benar, akan tetapi manusia sepertimu lupa, mereka hanya mengambil manfaat sementara, dan melupakan manfaat yang sesungguhnya.
Pemuda: Seperti inikah yang engkau maksud kawan, kami hanya memikirkan apa yang nikmat bagi kami, padahal suatu saat itu akan menghancurkan kami. sebagai contoh kecil, kami membuat sebuah perkotaan, sebuah pabrik dengan menghancurkan apa yang kami mau, dan lupa melestarikan apa yang kami hancurkan…
Pohon:" Benar kawan", seperti inilah rata-rata manusia
sekarang
Pemuda: "Lalu kenapa engkau hanya berdiam diri dan tidak mau berdo'a kepada Tuhan''.
Pohon: ''Berdo'a''!, setiap hari kami berdo'a, tidak hanya kami akan tetapi seluruh makhluk yang ada di dunia ini selalu mendo'akan manusia sepertimu.
Pemuda: "Untuk apa kalian semua mendo'akan manusia sepertiku ?..
Pemuda: "Lalu kenapa engkau hanya berdiam diri dan tidak mau berdo'a kepada Tuhan''.
Pohon: ''Berdo'a''!, setiap hari kami berdo'a, tidak hanya kami akan tetapi seluruh makhluk yang ada di dunia ini selalu mendo'akan manusia sepertimu.
Pemuda: "Untuk apa kalian semua mendo'akan manusia sepertiku ?..
Pohon: "Untuk apa!", kami hanya untuk mendo'akan hokage
kami, hokage yang telah di beri tanggung jawab mengelola bumi ini, ataukah
manusia sepertimu sudah lupa akan tanggung jawab ini…
Pemuda: ''Kami mengetahui akan hal itu, tetapi kami sering
melupakannya.
Pohon: (Dengan meratapi kesedihannya dan dengan nada yang keras), ''lalu apa yang kaliantunggu, mulai sekarang ingatlah bahwa kalian adalah Hokage di bumi ini.
Pohon: (Dengan meratapi kesedihannya dan dengan nada yang keras), ''lalu apa yang kaliantunggu, mulai sekarang ingatlah bahwa kalian adalah Hokage di bumi ini.
Ini
bukan tentang apa-apa, hanya sekedar mengingatkan, kadangkala kita lupa kalau
sebenarnya manusialah sebagai hokage di bumi yang seharusnya menjaga dan
memelihara, tapi apa yang terjadi,
manusia malah merusak, tak bertanggung jawab seaka-akan tidak ada apa-apa.
Kisah ini baru berasal dari pohon, lalu bagaimana kata
laut, awan, bumi, dan seluruh kehidupan dari semua makhluk, apa mereka akan
senang tentang kelakuan manusia atau bahkan akan sedih karena banyak manusia
yang lupa kalau iaadalah SANG HOKAGE DI BUMI INI.
Tidak ada komentar