Select Menu
Select Menu

Favourite

Artikel

Opini

Tokoh

Cerpen

Humor

Tips

Seni Budaya

Gallery

» » Kepo yang Berkelas, Bisakan (?)


Jospy Arloji 02.39 0

Kepo yang Berkelas, Bisakan (?)
Oleh : Noprastiyaning Ismu S -LPM-GP 16*

Rasa ingin tahu yang tinggi atau kalau bahasanya anak sekarang “kepo” merupakan fenomena yang terjadi di masyarakat umum. Kita ketahui rasa ingin tahu merupakan naluri manusia sebagai makhluk Allah. Kepo merupakan rasa ingin tahu yang berlebihan terhadap suatu hal. Bahkan menelisik tentang hal pribadi dari masing-masing individu lebih jauh lagi.
Sebenarnya kepo merupakan akronim dari Knowing Every Particular Object yang artinya sebutan untuk orang yang serba ingin tahu lebih detail tentang sesuatu baik yang ada dibenaknya atau yang ingin ia ketahaui lebih detail bahkan cenderung melebihkan. Kepo berasal dari kata bahasa hokkien tionghoa yang sering digunakan untuk memarahi, mengejek orang karena kurang kerjaan (jadi mengerjakan kerjaan yang bukan kerjaannya). Dari sinilah kepo itu menjadi trend dikalangan masyarakat khususnya anak muda sekarang ini. Jadi kesimpulannya kepo merupakan rasa ingin tahu yang tinggi, tapi ingin tahunya itu berlebihan. Sehingga untuk memenuhi rasa ingin tahu yang berlebihan itu, ia akan berusaha melakukan berbagai cara untuk menyelediki apa saja yang ingin dia ungkap keingintahuannya itu termasuk mencampuri urusan orang lain yang sebenarnya tidak ada gunanya untuk ia ketahui atau tidak.
Rasa ingin tahu yang tinggi sebenarnya merupakan hal yang baik. Tapi jika sampai memunculkan prasangka buruk pada orang lain, atau bahkan menggunjing hal ini sangat tidak baik. Karena kepo itu berawal dari prasangka, praduga, dan spekulasi yang kurang jelas dari sana sini atau bahkan kurang jelasnya sumber informasi yang ia dapatkan. Dalam Islam sudah diatur berbagai hal dalam kehidupan termasuk dalam prasangka. Allah Ta’alla berfirman :
$pkšr'¯»tƒ tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#qç7Ï^tGô_$# #ZŽÏWx. z`ÏiB Çd`©à9$# žcÎ) uÙ÷èt/ Çd`©à9$# ÒOøOÎ) ( Ÿwur (#qÝ¡¡¡pgrB Ÿwur =tGøótƒ Nä3àÒ÷è­/ $³Ò÷èt/ 4 =Ïtär& óOà2ßtnr& br& Ÿ@à2ù'tƒ zNóss9 ÏmŠÅzr& $\GøŠtB çnqßJçF÷d̍s3sù 4 (#qà)¨?$#ur ©!$# 4 ¨bÎ) ©!$# Ò>#§qs? ×LìÏm§ ÇÊËÈ  
Artinya : ”Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain (tajassus), dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain.” [Q.S Al Hujurat: 12].
Dari ayat Al Qur’an diatas kita ketahui bahwa jika kita berprasangka saja sudah mendapatkan dosa apa lagi jika kita ghibah atau menggunjingkan orang lain. Sudah pasti perbutan tersebut merupakan dosa dan diibaratkan bahwa yang menggunjingkan orang lain itu seperti memakan daging saudaranya sendiri. Astaghfirullahhaladzim, dari penjelasan tersebut jelas bahwasannya kepo atau rasa ingin tahu yang berlebih itu merugikan diri sendiri. bahkan dalam ajaran Islam sangat melarangnya.
Dalam Islam sebenarnya rasa ingin tahu sangat dianjurkan. Tapi rasa ingin tahu yang sifatnya positif atau yang dapat memberikan manfaat untuknya atau bahkan untuk orang lain juga. Rasa ingin tahu tentang informasi pengetahuan sangat dianjurkan. Dari pada membicarakan orang lain yang tidak ada manfaatnya sama sekali. Apa hanya tanya sana sini agar kita mengetahui informasi yang kita perjuangkan mati-matian untuk memperoleh informasi secara detail. Hal itu sangat tidak baik dan kurang berfaidah. Lebih baik lagi kita kepo tentang masa depan kita atau bahkan kepo tentang ajaran Islam yan belum kita ketahui secara lebih mendetail. Banyak yang belum kita tahu dari hal hal kecil tentang kehidupan. Meskipun itu dalam segi kehidupan didunia maupun dalam ajaran agama Islam.
Sebenarnya tidak salah ketika kita ingin tahu sesuatu hal. Tapi kita juga harus tahu tentang kondisi tempat dan waktunya. Jika kita bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari dengan baik maka tak ada yang salah ketika kita ingin tahu tentang baik buruknya sesuatu. Kita hanya ingin mencari tahu yang kita perlukan saja tentang kebenarannya, pengetahuan yang kita tahu hanya sebatas akan menjadi lebih bermanfaat. Dari pada menggunjing mencari tahu sana sini seperti detektif yang tidak jelas, mending langsung saja mencari tahu tentang ilmu pengetahuan yang sekiranya dapat menambah wawasan kita secara mendalam.
Ilmu Pengetahuan memang bermula dari rasa ingin tahu (curiousity). Perasaan ini merupakan salah satu ciri khas manusia. Rasa ingin tahu berkembang, baik tentang dirinya sendiri maupun benda-benda di sekelilingnya dan rasa yang seperti itu tidak dimiliki oleh makhluk hidup lainnya. Naluri itu tidak bisa dipisahkan oleh manusia, merupakan suatu keinginan yang tidak akan pernah menghilang dalam benak manusia. Perkembangan ilmu pengetahuan itu tergantung manusianya sendiri. Jika rasa ingin tahu dalam dirinya itu sangat kuat (dalam hal positif) maka akan memunculkan aura positif tentang berkembangnya ilmu pengetahuan kita. Bahkan rasa ingin tahu yang berbuah pada hal positif akan mungkin menjadi kebutuhan primer bagi dirinya.
Dalam Islam hal itu kita juga telah diingatkan:“Termasuk dari baiknya keislaman seseorang adalah meninggalkan apa-apa yang tidak penting baginya.” (H.R.Tirmidzi dan yang lainnya). Dari penjelasan tersebut sangatlah jelas bahwasannya Allah SWT telah memerintahkan kita untuk meninggalkan hal buruk apa saja, baik itu dalam perkataan, ucapan, ataupun perbuatan kita dalam kehidupan sehari hari. Seperti rasa ingin tahu yang berlebih itu merupakan perbuatan yang kurang baik bahkan dampaknya dapat mendatangkan ghibah. Menghindari hal yang kurang penting akan menambah derajat keimanan kita kepada Allah. semaikin banyak kita berperilaku yang lebih baik serta bermanfaat. Maka akan semakin baik pula tujuan yang ingin kita raih dalam kehidupan dunia yang tidak kekal ini.

Jadi untuk menghindari akibat rasa ingin tahu yag tinggi serat negative itu dapat ditempuh dengan selalu berfikiran positif terhadap apapun. Kepo memang boleh saja dan tidak diharamkan, tapi keponya itu yang berkelas untuk menambah ilmu pengetahuan kita. Bukan merusaknya dengan ghibah yang hanya akan mendatangkan dosa saja untuk diri sendiri. Semakin berkembangnya ilmu pengetahuan yang kita miliki semakin besar pula rasa ingin tahu yang ada dalam diri kita. Ingatlah kawan,,, kepo itu penting. Tapi pilihan kepo mana yang kamu inginkan itu merupakan cerminan dirimu. So jadilah kepo yang berkelas Kawan!

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar

Leave a Reply