Select Menu
Select Menu

Favourite

Artikel

Opini

Tokoh

Cerpen

Humor

Tips

Seni Budaya

Gallery


KATANYA
Karya : Abdi Rahmatullah
KATANYA!....
Tak perlu kuat dan keras, yang penting piawai dan cerdas
Tak perlu  berwibawa, yang penting terpercaya
Tak perlu di hormati, yang penting dihargai
Tak perlu kaya dan sejahtera, yang penting sederhana dan bahagia
Tak perlu umbar janji, yang penting unjuk bukti
KATANYA!.....
Bukan lagi tentan g kekuasaan, ini tentang kepemimpinan
Bukan lagi tentang golongan, ini tentang Kebersamaan
Bukan Hanya tentang blusukan, Ini tentang kepedulian
Bukan lagi Tentang Macan Asia. Tapi Ini Tentang Kancil asia.
Ya Inilah Indonesia, Sang Kancil Asia.
Kurus, cerdas, Terpercaya dan Bahkan Menipupun juga bisa.
Ya!  Menipu,
Menipu Demi Martabat dan Revolusi Metal Bangsa.

Inilah AKU dan CAMKAN itu semua…
ANGAN YANG TERPENDAM
Oleh: Filla Nova Mariyana-LPM-GP 16*
Disaat angan terpendam
tak pernah aku berharap dia terbenam
tatkala aku berbenah
imajinasikupun tak terarah
mereka seolah tak terarah
berdiri gagah
dengan ilusi berpondasi :aku akan kalah”,,,,,,
penatku disini
belajar mawas diri, menata hati
aku akan kendali emosi,,
yang selalu menyagkal tentang ending
impian yang takkan berakhir cukup sampai disisni
setidaknya aku punya fantasi
yang tak hentinya dia berotasi
menghimpun cakrwala
imajinasiku menderap
melangkah tegap
teguh sanubariku berucap, berharap

aku, asaku menjadi mereka dengan reputasi mantap.


Oleh: Ibnu Zubair

Apa kabar, para pemuda?
Masih ingat dan adakah antara sejuta kalian
Yang dapat membuktikan
Sepuluh pemuda guncangkan dunia?
Apa kabar, para pemuda?
Masih jugakah kau bersorak sampah
Menyumpah serapah pemimpin dan saudaramu sendiri?
Merusak istana Negara
Membakar dan melempari apa saja?
Masihkah?
Duh, Zaman..
Inikah merdeka?
Bahkan saat ini, penjajah Negara ini
adalah anak cucu kami sendiri
Mereka sebut itu sebagai perjuangan
Bualan! Tak lain hanya bualan sialan!
Dengan puitis mereka berkoar tentang kesejahteraan
Tetapi, adakah yang lebih romantis dari kedamaian?
Sumpah itu!
Seperti hanya kami yang mengikrarinya
Dan entah dengan generasi setelahnya
Karena kalaupun tidak
Mereka tak akan pernah lupa
Bahwa kita adalah Satu
Nusa, Bangsa, Bahasa, Indonesia!

Sumpah Serapah ! (1)