Artikel
Opini
Tokoh
Cerpen
Humor
Tips
Seni Budaya
Gallery
persiapan
“LAU HAN SEIN”
SEMANGAT MAHASISWA BARU
Memang yang Namanya sesuatu
yang baru itu pasti butuh adaptasi,
Apalagi ketika seseorang
Akan menjadi calon Mahasiswa. Pasti dia akan berpikir dua kali dari pada sebelumnya.
Karena pada Masa inilah sesorang akan, mengalami pergantian masa, yakni dari masa
kekanak-kanakan menuju masa remaja. Sesorang Mahasiswa akan ditunutut untuk berpikir secara kritis dan hidup mandiri.
Maka dari itu sebagai seorang Mahasiswa kita harus mempunyai semangat baik itu dari dalam diri kita sendiri maupun dari
orang lain, agar kita bias beradaptasi dengan kehidupan
yang jauh lebih rumit di sini.
Nama : Fahrur Razi
NIM : 2016.01.01.484
Kelas : Persiapan B
Semester : I IQT A
IPK
Di Pagi hari yang cerah menghiasi suasana Pondok Pesantren Modern Gontor.
Tapi, hal itu tak secerah apa yang dirasakan salah seorang santri yang
menyesali kehidupan masa lalunya. Dia melihat nilai yang diperoleh dari hasil
belajar selama setahun. Dia teringat diwaktu belajar bersama temannya, tapi
malah dia tertidur bersamaan dengan mimpi-mimpinya, temannya mengerjakan tugas
dia asyik-asyikan menggambar, temannya belajar dan lagi-lagi dia malah bermain
yang tidak ada gunanya.
Penyesalan memang selalu datang dikemudian hari. Tapi dengan penyelasan
tersebut, kemudian setiap malam dia sholat tahajjud, berdo’a pada tuhan, dan
belajar. Ketika siang harinya dia belajar, mengerjakan tugas, dan menghafal.
Dan itu dia lakukan setiap hari setiap malam tanpa mengenal cape’. Dia bangun
dari penyesalannya, dia tidak lagi tidur, menggambar, dan bermain-main ketika
belajar. Dia sangat berubah dari sebelumnya bahkan 180 derajat. Dan ini merupakan
suatu perbuatan yang harus kita semua untuk menirunya, supaya kita semua tidak
menyesal di kemudian hari.
Nama : FahrurRazi
NIM : 2016.01.01.484
Kelas : Persiapan B
Semester : I IQT
IPK (Analisis Short Movie Wahai Para Pengejar IPK)
Ada seorang mahasiswa yang nilainya tida ksesuai harapan. Dia stress sekali mengenai nilai tersebut. Dia pergi kesuatu ruangan untuk melaksanakan interview. Tiga jam telah berlalu tapi, Andre (nama aslinya) masih tidak bias menyelesaikan permasalahan yang diberikan oleh tim penguji. Dia pun gagal, kemudian dia pulang dan melihat nilai yang sudah dia peroleh ketika kuliah. Dia mendapatkan nilai 4.0 dua kali, tapi yang lainnya
rata-rata tiga. Dia pun tertidur karena saking stresnya dan terbangun kaget. Beberapa hari kemudian, dia terlihat tidak stress lagi.
Langganan:
Postingan (Atom)
Popular Posts
-
Tolong Menolong dalam Islam Oleh: Siti Afiah Tolong menolong dalam bahasa A rab nya adalah ta’awun. Sedangkan menurut istilah, p...
-
Gus Bahak, Ulama Yang Enggan Dikenal Sewaktu menyantri di daerah Sarang, saya jadi tidak asing lagi mendengar nama Gus Bahak, orang...
-
Kekuatan Prasangka Oleh : M. Akrom Adabi Apa Itu Prasangka ? Prasangka merupakan sebuah dugaan yang terbesit dalam benak seorang ...



Recent Comment