Artikel
Opini
Tokoh
Cerpen
Humor
Tips
Seni Budaya
Gallery
artikel
PENTINGNYA PERAN PESANTREN
DALAM MENJINAKKAN RADIKALISME KAUM MUDA
Oleh: Hasyim
Asy’ari MQ
Abstract
The
issue of "The Radicalism of Youth Generation" later transformed as an
interesting topic to be discussed, along with the epidemic of young people who
was becoming the victims of radicalism. This phenomenon was caused by the
weakness of character, as well as a shallow understanding of religion and
textual. This study attempted to look carefully what the fundamental issues,
and why the young people were more easily radicalized. Furthermore, considers pesantren
(boarding schools) as an appopriate place in dealing youth radicalism, because pesantren
in its applied education has a dual system, ie educational character and building character.
Keywords:
Radicalism of youth, Pesantren, Educational characther, Building character.
I.
PENDAHULUAN
Radikalisme merupakan isu
menarik untuk diperbincangkan dan menjadi topik hangat yang tak
berkesudahan.Radikalisme diyakini oleh kebanyakan kalangan sebagai asal mula
gerakan terorisme, meskipun secara konsep, antara radikalisme dan terorisme
sangat berbeda.Dalam lingkup penanganan, radikalisme belum tertanani dengan
baik.Hal ini dapat dilihat dengan adanya penemuan-penemuan dalam studi kasus “Radikalisme
Kaum Muda” belakangan ini.
Pada perkembangannya, radikalisme lebih banyak
mempengaruhi kaum muda hingga memunculkan adagium “Yang muda yang radikal”.Kaum
muda pada umumnya lebih mudah dipengaruhi karena memiliki dua sisi kekosongan−disamping
memiliki kejiwaan yang labil yang disebut sebagai “Krisis identitas”.Kekosongan
tersebut adalah,dangkalnya pengetahuan agama kaum mudadan lemahnya karakter
kaum muda yang disebabkan tidak adanya pendidikan berkarakter serta pendidikan
karakter.
Pesantren merupakan sanggar yang tepat untuk
merehabilitasi kekosongan yang terdapat pada kaum muda.Karena pesantren dalam
tataran pendidikannya memiliki dua tahapan yang harus dilalui oleh peserta
didik, yakni tahapan pendidikan berkarakter serta pendidikankarakter.Dengan adanya pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pemahaman
materi, diharap kaum muda bukan saja menjadi orang yang tahu namun juga sanggup
merefleksikan ilmunya kedalam sikap kesehariaanya dan pada akhirnya radikalisme
kaum muda dapat terjinakkan.
II.
PENGERTIAN RADIKALISME DAN TERORISME
A. RADIKALISME
Secara bahasa, Radikalisme
berasal dari kata radical yang mempunyai arti akar atau dasar−dasar bagi segala sesuatu.Sebagai
kata benda, radikal merupakan seseorang yang berpandangan radikal dalam politik
maupun agama.Radikalisme berarti belief in radical ideas and principles
(Hornby, 1995:985).Berpikir tentang suatu hal secara mengakar dan mendasar
dinamakan radikal, baik berpikir dalam konteks agama, sosial, politik dan sebagainya.
Dengan istilah tersebut, kita jamak menjumpai istilah radikal yang dipakai dalam beberapa bidang seperti halnya
sosial radikal, ekonomi radikal dan lain-lain.
B.
TERORISME
Sedangkan
terorisme dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, penggunaan kekerasan untuk menimbulkan
ketakutan dalam usaha mencapai tujuan (terutama tujuan politik); praktik
tindakan terror. Sementara dalam black law dictionary,terorisme diistilahkan: the
use or threat of violenceto
intimidateorcausepanicespeciallyasa meandsof affecting politicalconduct (penggunaan
atau ancamankekerasan khususnyauntuk mengintimidasi atau menyebabkan kepanikan sebagai alat untuk pengaruhi sikap politis).
Dengan demikian, terorisme adalah sebuah sikap intimidasiagar tujuan yang
diinginkan bisa tercapai, meskipunn dengan konsekuensi adanya kekerasan fisik.
Dengan begitu,radikalisme agama adalah, sebuah prinsip
kegamaanyang monolitik dalam idealismenya, sehingga dalampraktiknya lebih
sering memaksakan kehendak terhadap orang lain.Berbicara mengenai radikalisme,
sebenarnya yang menjadi pokok
permasalahan bukanlah getolnya pandangan seseorang terhadap nilai agama.
Melainkan pemahaman yang tekstual dan sikap memaksakan kehendak atas realitas
yang ada.Sehingga semua hal harus mengikutiirama imajinatifnya– yang sebenarnya masih perlu dipertanyakan kebenarannya.Hal-hal yang seperti ini diperparah dengan pijakan
pengetahuan yang sangat minim dan terbatas terhadap agama itu sendiri.
III.
TINJAUAN UMUM RADIKALISME KAUM MUDA
A. FENOMENA
RADIKALISME KAUM MUDA
Belakangan
ini muncul adagium “Yang muda yang radikal” seiring dengan maraknya
kasus radikalisme menjangkit kaum muda. Kaum muda sendiri keberadaannya menjadi
santapan empuk bagi tumbuh kembangnya radikalisme.Hal ini lebih dikarenakan
kaum muda merupakan fase yang disebut sebagai “Krisis identitas”. Dengan sebab
ini, jamak dijumpai bahwa pergaulan kaum muda identik dengan pergaulan yang
bebas dan otonom, dengan dalih mencari
jati diri.Dan pada akhirnya permasalahan ini dapat mengahantarkan pemuda pada
radikalisme.
Pada tahun 2011, MAARIF institute, mengadakan
riset terhadap beberapa lembaga pendidikan, riset ini dilakukan di empat
daerah, Pandeglang, Cianjur, Jogjakarta dan Solo. Hasil riset tersebutmenarik
untuk direnungkan, bahwasanya lembaga pendidikan dengan jenjang SMP-SMA kini
menjadi basis penyebaran, dan bahkan para murid sudah mulai terjangkit. Hal ini
ditenggarai dengan adanya sikap dan alur berpikir yang mengarah terhadap
radikalisme, condong menyalahkan orang lain serta gemar berpikir dengan
kerangka monolitik.
Seperti halnya MA’ARIF Institute, LaKIP
(Lembaga Kajian Islam dan Perdamaian)
membeberkan hasil survei jajak pendapat dengan beberapa siswa. Dari survei
tersebut, bahwasanya dari 993 siswa SMP dan SMA yang diwawancarai, 50% setuju
dengan aksi radikal demi agama, 14.2% setuju dengan aksi yang dilakukan oleh Imam
Samudera, Amrozi, dan Nurdin M Top, dan 25.8% berpendapat, bahwa pancasila
tidak relevan lagi bagi Indonesia. Data tersebut memberikan penilaian, betapa
rentannya “kaum muda” terhadap penyusupan dan pengaruh radikalisme. Meskipun
masih banyak kalangan yang menanyakan validitas dari survei tersebut, namun
setidaknya berangkat dari penemuan tersebut, kita sebagai bangsa yang besar
dapat meresponnya sebagai bahan refleksi dan introspeksi diri..
B. FAKTOR
FUNDAMENTAL
Menurut Graham Fuller dalam bukunya “Apa
jadinya dunia tanpa Islam?”, memberikan statement mengenai faktor
radikalisme kaum muda, “Kebanyakan pemuda teradikalisasi oleh situasi lapangan:
kependudukan asing, perasaan terkalahkan; hasrat balas dendam”. Terangnya.
Berbeda dengan Graham Fuller, menurut Erik H. Erikson seorang pendekar
psikologi memberikan pandangan, kaum muda lebih mudah terjangkit radikalisme
karena mereka merupakan fase “krisis identitas”, fase dimana mereka selalu
mencari jati diri serta hakikat kehidupannya.
Meskipun banyak faktor yang menjadi variable
dalam penyebaran radikalisme, namun terdapat tiga faktor mendasar penyebab terjadinyaradikalime. Setiap fenomena
radikalisme tidak lepas dari ketiga faktor tersebut, yaitu: pemahaman agama
yang dangkal serta lemahnya karakter. Lemah karakter sendiri, ada kalanya disebabkan
oleh tidak adanya pendidikan berkarakter atau pendidikan karater itu sendiri.
1.
Pemahaman
Agama yang Dangkal.
Tidak
bisa dipungkiri, ketika radikalisme agama muncul kepermukaan, unsur agama dan
pengetahuannya tidak dapat dipisahkan begitu saja.Jelas terlihat, bahwa
fenomena radikalisme agama mucul seiring dengan adanya permasalahan penahaman
agama; pemahaman yang dangkal.Pemahaman yang demikian dapat menyebabkan
timbulnya fantasi terhadap nilai agama, dan hal ini merupakan titik awal
tumbuhnya radikalisme.
2.
Pendidikan
Berkarakter.
Dalam
perkembangannya, radikalisme tidak saja mengincar orang yang tidak
berpendidikan, sebaliknya, orang dengan latar pendidikan mapan pun tak luput
dari pengaruhnya.Sebagaimana fenomena Agung Setiadi yang direkrut sebagai
Disainer Cyber Terorism. Kemudian kasus ini diangkat dalam workshop di palu
pada tanggal 22 Mei 2012 dengan tema yang bertajuk “PETA GERAKAN RADIKALISME DI
INDONESIA”, − Agung sendiri merupakan dosen UNISBANK. Melihat fenomena
tersebut, agung bukanlah orang non pendidikan.Agung merupakan orang yang
terdidik dan tergolong sebagai individu mapan pendidikannya. Berangkat dari
kejadian agung, pendidikan yang tinggi saja tidak cukup, pendidikan dengan
orientasi transfer ilmu ke otak saja tidak menciptakan generasiberkarakter, malah sebaliknya.
3.
Pendidikan
Karakter.
Tidak
adanya model pendidikan ini sama saja menciptakan generasi yang tak
berkarakter, − setidaknya melanjutkan
tren pemuda yang lemah karakter. Hal ini ditandaskan atas kondisi
psikologis kaum muda sebagai fase pencarian identitas, kemudian diperparah
dengan pendidikan yang tak mampu memberikan identitas yang baik; pembentukan
karakter.Keadaan demikian menciptakan sebuah kekosongan yang merongga dalam
diri seorang pemuda dan menjadi kerentanan yang ekstrim.Pada akhirnya,
kekosongan tersebut memberikan celah terhadap pegiat radikalisme, sehingga
celah ini dapat dimanfaatkan secara baik oleh mereka.
IV.
PESANTREN SEBAGAI SOLUSI RADIKALISME
A. SISTEM
PENDIDIKAN PESANTREN
Pesantren merupakan lembaga pendidikan berbasis
keagamaan tertua di Indonseia.Pesantren sendiri adalah asrama tempat santri
atau tempat murid-murid belajar mengaji dsb; pondok −
KBBI.
Sedangkan menurut para ahli, termasuk Dhofier
(1994: 84), mendefinisikan bahwa pondok pesantren adalah lembaga
pendidikan tradisional Islam untuk mempelajari, memahami, menghayati dan
mengamalkan ajaran Islam dengan menekankan pentingnya moral keagamaan sebagai
pedoman perilaku sehari-hari.
Mengenai sistemnya, pesantren memiliki corak
khas yang menjadi branding pesantren itu.Sistem tersebut adalah, pendidikan
berkarakter serta pendidikan karakter.Pada tataran praktisnya dua sistem
tersebut memiliki peran yang berbeda antara satu dengan yang lainnya.Pendidikan
berkarakter membentuk karakter peserta didik melalui pendekatan materi ajar – menitik tekankan pentingnya materi ajar menjadi karakter.Sementara pendidikan karakter, membentuk
karakter melalui pendekatan pentingnya memiliki karakter yang kuat bagi
kehidupan mereka. Pendidikan seperti ini direalisasikan tanpa melihat materi
ajar, melainkan penggemblengan karakter
itu sendiri.
B. MENJINAKKAN
RADIKALISME MELALUI PENDIDIKAN PESANTREN
Melihat permaslahan
radikalisme kaum muda dengan semua pendekatannya, dapat disimpulkan bahwa
pemuda pada dasarnya memang mudah dipengaruhi.Karakter mereka dapat dengan
mudah goyah serta digoyah, dengan kata lain, mereka adalah individu lemah
karakter. Pesantren dengan dual-sistemnya
dianggap dapat menangani lemahnya karakter kaum muda. Berikut sistemnya:
1.
Penguatan Karakter Melalui Pendidikan
bekarakter
Pesantren
tidak saja bertanggung jawab memahamkan materi ajar terhadap peserta didik,
melainkan wujudnya penghayatan serta pengamalan dalam rutinitas sehari-hari menjadi
tanggung jawabnya pula.Melalui sistem ini, kaum muda tidak saja memiliki
pengetahuan yang tinggi, namun memiliki karakter yang selaras dengan
pengetahuannya. Dengan ini, kaum muda tidak gemar berpikir secara monolitik melainkan berpikir
secara holistik. Agama tidak saja menginginkan terciptanya kebaikan, namun
terjaganya kedamaian juga merupakan
tuntutan agama.Tidak seperti pegiat radikalisme, menginginkan teciptanya
kebaikan namun menggadaikannya denganmara bahaya.
2.
Penguatan Karakter Melalui Pendidikan Karakter
Para
peserta didik, yaitu kaum muda, secara mental akan terus digemblengmelalui
pembiasaan dengan melakukan hal-hal baik; pembiasaan jujur, kesatria, malu
berbuat culas, malu berbuat keburukan, malu merugikan orang lain, malu
berbohong terhadap orang lain. Hal-hal ini dilakukan sampaikarakter mereka
benar-benar terbentuk dan terpola atas nilai-nilai tersebut.Melalui metode ini,
permasalahan kaum muda yang mudah terpengaruh akan dapat diatasi, karena pada
dasarnya pemuda sudah mempunyai karakter yang kuat. Dengan demikian permasalahan
mayoritas pemuda mudah terpengaruh radikalisme dapat tertolak;tidak ada lagi
kasus grombolan pemuda menjadi ladang radikalisme.
V.
PENUTUP
Fenomena “Radikalisme kaum muda” mencuat
kepermukaan seiring ditemukannya banyak kasus radikalisme yang menjangkit kaum
muda.Dalam perkembangannya, kaum muda menjadi santapan empuk bagi pergerakan
radikalisme dan penyusupannya.Alih-alih dari mode pendidikan yang ada dapat
mencegah radikalisme,justru menjadi lahan eksotikbagipenyebaran radikalisme,
karena tidak menciptkan generasi berkarakter– sebagaimana temuan beberapa
penelitian belakangan ini.
Pesantren merupakan lembaga pendidikan dengan
penerapan dua tahapsekaligus, yaitu pendidikan berkarakter serta pendidikan
karaker.Pendidikan berkarakter tidak saja menciptakan lulusan berpengetahuan
tinggi melainkan nilai karakternya pun tinggi, karena selaras dengan ilmu
pengetahuannya. Sedangkan pendidikan karakter, peserta didik akan digembleng pentingnya
memiliki karakter kuat melalui rutintas kesehariannya.Melalui proses ganda ini,
diharap permasalahan yang melanda kaum muda – sebagai pelaku radikalisme
atau korban radikalisme− dapat tertangani.
DAFTAR PUSTAKA
Azca, Muhammad Najib, “Yang Muda yang Radikal;
Refleksi Sosiologis Terhadap Fenomena Radikalisme Kaum Muda Muslim di Indonesia
Pasca Orde Baru”, di jurnal MA’ARIF, Vol. 8, No. 1, Mei, 2013.
Adityawarman, Edo,
W., “Radikalisme Agama”, dalam http://www.cebolang.net/radikalisme-agama, (diakses pada 17 februari
2016).
Editor, “Perngertian Pesantren” dalam http://www.blogblog.com/pengertian-pesantren,(diakses
pada 17 februari 2016).
Fuller, Graham, “Apa Jadinya Dunia Tanpa Islam”, Bandung:
Penerbit Mizan, 2015.
Karni, S. Asrori, “Etos Studi Kaum Santri”, Bandung: Penerbit
Mizan, 2009.
Kamus Besar Bahasa Indonesia Luring (Luar Jaringan), v. 1,5.
Mufid, Ahmad
Syafi’i, “Peta Gerakan Radikalisme Di Indonesia”, dalam workshop
membangun kesadaran dan strategi menhadapi radiklisme agama, Palu, 2012.
Zuly, Qodir, “Perspektif Sosiologi Tentang
Radikalisasi Agama Kaum Muda”, di jurnal MA’ARIF, Vol. 8, No. 1, Mei, 2013.
Sukses,
Bisa (!)
Oleh:
Noprastiyaning Ismu S
Semua
orang pasti menginginkan hidup dikemudian hari itu sukses tanpa kesusahan. Kaya
raya, cukup uang dan sukses dalam pekerjaan merupakan segelumit keinginan yang
menghantui masa depan seseorang. Tak jarang itu semua memerlukan pengorbanan
atau bahkan usaha yang terhitung tidak dapat dikatakan mudah. Banyak diantaranya merasa salah langkah
menuju suksesnya hidup yang didambakan. Kesuksesan
yang ingin diraihnya merupakan suatu ambisi yang harus dilakukan dan terlaksana
untuk membangun hidup yang tercukupi. Langkah yang bisa ditempuh untuk menuju
kesuksesan adalah dengan mengenali potensi diri yang ia miliki, tindakan nyata
sebagai pengaruh dari pola pikir yang terarah dan positif.
Potensi
diri merupakan kemampuan yang mempunyai kemungkinan untuk dikembangkan dalam
diri manusia. Setiap orang mempunyai potensi diri yang berbeda beda dan dengan
kualitas yang berbeda pula. Kita ketahui banyak sekali orang yang tidak mengetahui
atau bahkan sering bingung dengan potensi yang ia miliki, terkadang pula banyak
yang tidak tahu potensi yang ia miliki. Pola pikir yang rasional dan terarah
akan mempengaruhi tindakan dalam diri yang akan dilkukan sebagai action dari
potensi yang dimilikinya.
Pola
pikir atau yang biasa kita sebut mindset yang dilakukan akan sangat menentukan
kualitas tindakan seseorang. Tindakan yang dilakukan tersebut menentukan
seberapa besar potensi dari dalam diri yang akan keluar. Jika tindakan
seseorang itu jelek, potensi diripun tidak akan keluar maksimal sehingga
hasilnya pun tidak akan maksimal. Akibatnya potensi yang sebelumnya kita awang
awang merupakan hal yang kita miliki, ternyata harus tercemar dan bahkan
kita terpengaruh untuk tidak memiliki adanya potensi diri yang akan dikembangkan
itu. Akibatnya kita bimbang lagi dan bertanya tanya kembali apakah potensi yang
saya miliki? Apakah saya juga mempunyai potensi? dan lain sebagainya.
Sebenarnya
masalah yang timbul, kegagalan yang menghampiri, kesuksesan yang diraih, semua
diawali dari bagaimana cara kita memandang kehidupan. Kita terlalu sibuk untuk
mencari kekuatan atau langkah besar yang dari dalam diri kita padahal tanpa
kita sadari banyak kekuatan yang dahsyat yang sebenarnya merupakan langkah kita
menuju sukses. Bukalah kuncinya, biarkan dia keluar. Syukuri apa yang terlihat
dalam diri sebagai potensi yang dimiliki. Gali yang belum terlihat itu sebagai
langakah awal menuju kesuksesan.
Thomas
Edison, tidak mengatakan bahwa dirinya gagal sebanyak 2000 kali untuk bisa
berhasil menemukan lampu pijar. Dia mengatakan, “Saya tidak pernah gagal,
tapi memang untuk bisa berhasil menciptakan lampu pijar dibutuhkan 2000 kali
percobaan.” Cara Edisom ini bisa kita tiru untuk bagaimana mengambil
pandangan terhadap suatu masalah. Bahkan harus melalui jalan terjal sekalipun
merupakan proses seseorang menuju sukses yang hakiki. Sebenarnya dari sinilah
akan terlihat dijalan menuju sukses itulah kita akan menemukan berbagai
pengalaman yang tidak akan pernah kita lupakan. Bahkan nantinya pengalaman itu
akan berdampak positif tentang cara pikir kita terhadap suatu masalh yang
nantinya dihadapai ketika menuju kesuksesan. Imbasnya akan mengacu pada action
kita terhadap potensi yang kita miliki.
Sebelum
kita menggali apa saja yang terlihat, kita dapat menentukan dari keinginan yang
ada pada diri. Bergerak pada bidang yang disukai sesuai minat dan bakat.
Lakukan dari apa yang disukai, kemudian lakukan dengan penuh totalitas. Tapi
jangan heran, meskipun kita melakukan sesuatu yang sesuai dengan minat dan
bakat, itu belum tentu membuat kita sukses besar. Karena itulah memang hal yang
menjadi tantangan kita untuk berpikir bagaimana menjadikan minat berbasis
potensi yang kita miliki itu menuju kesuksesan yang tak tergoyahkan. Tujuan
yang jelas dan spesifik juga sangat diperlukan untuk menuju sukses yang
diharapkan.
Persepsi
dan motivasi yang ada daalm diri kita sangat berpengaruh terhadap tindakan
kita, potensi diri kita, dan hasil yang akan kita peroleh. Jadi memotivasi diri
sendiri untuk memicu tindakan yang akan mengantarkan pada kesuksesan memnag
snaagt dibenarkan dan bhakan sanagt dianjurkaa untuk dilakukan. Potensi yang mendukung
meskipun sulit untuk dikendalian cepat atau lambat akan mempengaruhi tindakan
kita. Tindakan yang dilakukan itu bukan hanya sekedar tindakan biasa saja, tapi
harus kita lakukan dengan sungguh sungguh.
Percayalah
dan terus berfikir positif tentang rencana yang sudah Allah gariskan pada kita.
Gunakan dengan maksimal apa yang diberikan Sang Pencipta. Ketika memang potensi
dalam diri kita itu yang digariskan maka jangan pula kita berbelok pada garis
itu. Kita sebagai manusia hanya perlu berusaha sekuat baja, belajar dari apaun
yang ada, dan yang pasti harus berani untuk menghadapi kesulitan yang berbelok.
Berusaha keras mewjudkannya dalam tindakan nyata serta diiringi dengan doa.
Hasil yang diperpoleh tidak akan pernah berbeda dengan apa yang sudah menjadi
usaha kita untuk meraih kesuksesan itu sendiri. Menjadi diri sendiri itu lebih
baik dan tujukkan bahwa apa yang ada pada dirimu itu bisa untuk sukses. Be Your
Super Self Guys !
Fighting
( semangat )
Oleh:
Altha Lharas
Apa yang kamu lakukan ketika jatuh, apakah bangun atau menunggu
dalam ketepurukan mengaharap belas kasih tangan yang kasihan terhadap mu?
Tidak, saat kamu jatuh bangkitlah, jangan pernah mengharap belas
kasih orang-orang yang kasihan terhadap mu. Mereka tidak akan pernah ada
untukmu. Saat-saat seperti itu kamu sendirilah yang harus berusaha. Jangan
rasakan sakitnya, tapi pikirkan bagaimana carak mengilangkan sakitnya. Lihat
kedepan, jalanmu masih panjang, tapi jangan dengan itu kamu merasa bahwa kamu
tidak mampu. Lakukan dengan keyakinan bahwa kamu bisa.
###
Sudahkah kamu
menonton atau membaca kisahnya denias senandung diatas awan? Bagaimana
tanggapanmu? bisakah kamu sepertinya yang hidup dipedalaman serba kekurangan.
Hanya berharap dan selalu berharap perhatian dari pemerintah. Dia begitu ingin
sekolah, tapi ia tidak punya uang untuk seperti anak kepala adat yang sekolah
dikota. Dia sekolah hanya memakai pakaian biasa. Menempuh perjalanan yang begitu jauh hanya dengan jalan kaki.
Tempat sekolah yang hanya berupa pondok kecil yang jelek dan terletak diatas
bukit yang sewaktu-waktu bisa roboh diterpa angin. Siapa yang mau mengajar
disana yang hidup jauh dari kata sederhana apalagi mewah. Tapi tidak dengan bapa
guru serta maleo yang ikhlas mengajar mereka. Beliau ingin menjadikan anak-anak
suku denias punya cita-cita dan masa depan yang cerah agar nantinya tidak
seperti orang tua mereka yang tidak mengertia apa-apa. Coba kita bayangkan
seandainya kita yang mengalami hal itu, apa yang akan kita lakukan? Apakah akan
seperti denias yang punya semangat luar biasa atau akan seperti diri kita
sekarang yang tidak ada semangat untuk maju, padahal kehidupan kita
memungkinkan untuk itu. Dari sana kita bisa ambil kesimpulan orang yang punya
semangat nantinya akan benar-benar bisa menggapai apa yang ia impikan selagi ia
bersungguh-sungguh. Dan tidak lepas dari cerita denias, yang saat ini berada
diluar negeri dan bisa mewujudkan mimpinya.
Ayo sobat,
tumbuhkan semangat dalam diri kita untuk mewujudkan sebuah mimpi yang kemaren
sempat terputus. Bangkitlah dari keterpurukan itu. Lupakan apa yang menjadi
pikiranmu tentang ketakutan-ketakutan itu. Berdiri dengan tegap dan tatap
kedepan, katakan pada alam bahwa kau tidak takut, hanya pada Allahlh ketakutan
itu diperuntukkan, Tuhan yang menciptakan kita.
Melangkah dengan
optimis, hadapi dengan senyuman semua masalah-masalah yang menimpamu. Teruslah melangkah. Jangan pedulikan apa yang
mereka katakana tentangmu. Anggaplah itu hanya kicauan burung pagi seraya
menyambut mentari. Karena jauh diujung sana impian itu telah menantimu, ia
tersenyum sambil mengepakkan sayap kesuksesan. Maka dari itu, ayo semangat.
###
Hmm, bagi
seseorang semangat itu tidak bisa ditumbuhkan dari diri sendiri. Harus ad yang
menyemangati. Ehem, siapa tu..? hehe
Tapi ada juga yang
bisa semangat oleh dorongan diri sendiri. Bukan dari siapa-siapa. Tapi
jarang..iya gk?
Lah kalian
termasuk yang mana? Pertama atau kedua?
Menurut saya kalau
yang pertama, saat ia tidak mendapatkan semangat dari seseorang, ehem,..siapa
yah?? hehe. Iya yang itulah pokonya. Yang jelas ia merasa lemah jika tidak
dapat semangat dari orang itu. Tapi lemahnya bukan ia langsung down. Ia masih
punya semangat, tapi ia tidak bisa menggunakan semangat itu dengan baik. Namun,
disaat ia mendapatkan semangat dari seseorang itu ia merasa seakan hidupnya
paling beruntung. Dan ia menggunakan semangat itu dengan benar-benar. Dan
disinilah kesulitan terjadi bagi dirinya. Karena ia bergantung pada seseorang
tersebut. Jika seadainya seseorang itu sudah tidak mampu lagi memberi semangat
terhadapnya bagaimana mungkin ia akan tetap berjalan. Disini perlunya kita punya
semangat sendiri, janga selalu bergantung pada orang lain. Ia memang kita tidak
bisa melangkah tanpa ada dorongan dari orang lain. Tapi, bukan karena itu kita
tidak harus memiliki semangat sendiri. Kata-kata motivasi itu perlu, untuk
membuat kita bangkit disaat kata-kata orang lain tak mampu menggugah semangat
kita.
Dan yang kedua, ia
semangat karena ada kata-kata yang ia pakai sebagai pedang terampuhnya untuk
membunuh musuh kemalasannya. Saat ia tak mendapatkan semangat dari orang lain,
ia tetap merasa semangat. Jika orang lain memberi semanangat terhadapnya, ia
tambah lebih semangat. Jadi ia tidak bergantung kepada orang lain untuk
melangkah. Karena ia tau orang lain itu tak selalu ada buat ia. Ia merasa bahwa
selain dorongan dari orang lain ia harus punya dorongan sendiri.
Nah kawan,
bagaimana? Kamu sudah punya kata-kata motivasi sendiri? Ampuh gak? Gimana,
berjalan dengan baikkan?
###
Tidak ada kata-kata yang tak ampuh untuk melumpuhkan kata
“ MALAS “ kecuali kata itu kata-kata yang hanya diucapkan oleh orang yang
memang tidak ada gairah untuk bangkit dari kemalasannya sendiri. Dengan begitu
ia akan tetap terkurung dalam kemalasan tersebut. Nah, dari itu. Kita yang
punya tekad yang kuat untuk menggapai mimpi itu, jangan pernah kalah oleh rasa
malas situ. Siapkan beribu-ribu kata motivasi untuk bangkit dari kemalasan itu.
Ingat, mimpimu sudah melambaikan sayapnya. Tinggal bagaimana engkau berjalan ke
arahnya. Apakah berlari, atau hanya jalan santai..
Seperti saat
bangun tidur dipagi hari. Ada dua pilihan yang engkau hadapi, apakah hari ini
engkau tersenyum atau tidak. Jika kau memilih tersenyum, bagaimana supaya hari
ini apapun yang terjadi kau akan tetap tersenyum. Tapi, jika kau tidak punya
pilihan atau kamu hanya pasrah dengan apa yang kamu rasakan hari ini. Maka,
kamu tidak tau nanti akan terjadi apa. Bisa saja kamu akan cemberut, bersedih,
dan menangis. Lalu bagaimana kamu akan menyikapainya. Nah dari itu setelah
bangun tidur, buatlah pilihan. Apakah hari ini kamu akan sukses menyelesaikan
tugas-tugas kuliah atau terpekur didalam kemalasan. Bisa juga apakah hari ini
kamu akan tersenyum bahagia karena apa yang kamu rencanakan hari ini berhasil.
Atau kamu akan cemberut sedih karena rencana hari ini tidak berhasil. Semua
pilihan ditangan anda. Pilihlah dengan baik, karena itu yang menentukan kamu,
baik hari ini maupun seterusnya.
###
Lihatlah diujung
sana, hamparan laut luas seakan menyatu dengan langit. Begitu indah hamparan
ini. Dimana disana berjejer kapal para pelayan. Langit pagi seakan
mengisyaratkan irama syahdu para pelayan. Tidakkah kau lihat bagaimana ia harus
melewati ombak yang menggulung tinggi. Badai yang menghantam ia sebrangi. Namun
ia tidak pernah berputus asa demi keluarga tercinta. Sudahkah kamu rasakan
bagaimana sulitnya berlayar dilautan lepas. Tapi para nelayan tidak, ia tak
pernah meras sulit. Saat malam, ia melihat petunjuk bintang, dan ketika siang,
ia melihat petunjuk mata angin. Dengan bergelut terlalu lama dalam kisah
perlayaran ini hingga ia peka terhadap petunjuk-petunjuk itu.
Jika para
nelayanpun bisa semangat dengan jalan hidup yang begitu,, kenapa kita yang
hidup serba cukup, dan enak tidak bisa. Kita yang Jiwa muda harus punya
semangat yang membara. Terutama untuk masa depan cerah. Sebauah mimpi yang
dapat kita raih dengan kesungguhan.
###
Lihat lah gunung
yang menjulang tinggi disana, pernahkah kamu bermimpi untuk menaklukkannya?
Seperti yang mamanya denias bilang. “ denias,
kau harus rajin sekolah ya, jangan malas. Kalau kau rajin sekolah, pintar
belajar. Gunung disana takut sama kau. “ begitu tersimpan harap yang besar
dibalik untain kalimat nan singkat itu. Seperti yang dirasakan oleh para
pendaki, begitu bangga bisa mendaki dan menaklukkan gunung-gunung yang didaki.
Seakan telah mendapatkan mendali dalam memenangkan perlombaan tingkat internasional.
Begitu manis terdengar bukan. Siapa yang tidak mau mendapatkan mendali yang itu
sudah ditingkat internasional lagi. Tapi tidak semudah itu. Kita harus
melewatkan jalanan yang terjal dan beliku. Menyusuri lembah dan mendaki. Untuk
samapai kepuncak, harus punya tekad yang kuat dan semangat yang pantang
menyerah.
Bagaimana? Sudah
mencoba memandang kedepan? Apa yang kamu lihat? Berani untuk melangkah? Kenapa
tidak?
###
Ketika suatu saat,
kamu merasakan kesedihan yang mendalam. Jangan menangis ataupun berputus asa.
Justru denagn kesedihan itu kamu harus bangkit. Kesediahan itu hanya akan
bertambah sesak jika kamu menyusurinya. Kesedihan itu tidak bisa dihilangkan,
tapi ia bisa dikurangkan. Kesedihan sampai kapanpun tetaplah kesdihan, ia akan
tetap membekas dihati. Denagn itulah bagaimana cara kita menguranginya agar
rasa itu tidak terlalu menyakitkan. Cukuplah Tuhan yang mengetahui betapa
kesedihan ini menyiksa. Hiasi bibirmu dengan senyuman, Dengan begitu orang
tidak mengetahui apa yang sedang kamu rasakan. Meskipun pahit, tetap harus kamu
telan.
Begitulah kunci
sukses. Bermodalkan semangat dan tekad. Percayalah, Allah akan mempermudahkan
bagi setiap hamba yang berusaha dan yang bersunggug-sungguh. Man Jadda Wa Jada
Wa Man Sobaro Dzofiro
Salam Semangat,
Altha Lharas
RASA DALAM EMOSI
Created by Safitri
L.S.
|
K
|
egelisahan
berasal dari kata gelisah, yang berarti tidak tenang hatinya, selalu merasa
khawatir, tidak tenang, tidak sabar, cemas. Sehingga kegelisahan merupakan hal
yang menggambarkan seseorang tidak tentram hati maupun perbuatannya, tidak
tenang dalam tingkah lakunya, tidak sabar ataupun dalam kecemasan.
Kegelisahan merupakan saah satu
ekspresi dari kecemasan. Karena itu dalam kehidupn sehari-hari, kegelisahan
juga diartikan sebagai kecemasan, kekhawatiran, ataupun ketakutan. Masalah
kecemasan atau kegelisahan berkaitan juga dengan masalah frustasi, yang secara
definisi dapat disebutkan bahwa seseorang mengalami frustasi karena apa yang
tidak diinginkan tidak tercapai.
Apabila kita kaji lebih dalam tentang
kegelisahan ini, penyebabnya adalah karena pada hakekatnya orang takut
kehilangan hak-haknya. Hal itu adalah akibat dari suatu ancaman dari luar
maupun dari dalam. Dan untuk mengatasi kegelisahan ini pertama-tama harus
dimulai dari diri kita sendiri, yaitu kita harus bersikap tenang, sehingga
segala kesulitan dapat kita atasi. Adapun hal lain yang paling ampuh dalam
mengatasi masalah tersebut adalah memasrahkan diri kita kepada Tuhan atau
tawakal. Kita pasrahkan nasib kita sepenuhnya kepada-Nya. Kita harus percaya
bahwa Tuhanlah Maha Kuasa, Maha Pengasih, Masa Penyayang dan Maha Pengampun.
Adapun kata ketidak pastian berasal
dari kata tidak pasti artinya tidak menentu, tidak dapat ditentukan, tidak
tahu, tanpa arah yang jelas, tanpa asal-usul yang jelas. Itu semua dapat
disebabkan karena pola pikir yang kurang bisa terfokus (konsetrasi). Dan juga
sebagai permisalan ketidakpastian adalah tentang kelulusan yang terkadang dapat
menyebabkan kegelisahan. Lulus atau tidak lulus bisa jadi faktor yang
menentukan status atau karir seseorang dalam hidupnya. Ketidak pastian dalam
memprioritaskan kelulusan suatu jenjang pendidikan dapat merugikan ataupun
membuat karir terancam.
Orang yang tidak bisa berpikir secara
teratur, kurang bisa mengambil
kesimpulan. Bila ini terjadi dalam berpikir manusia selalu menerima
rangsang-rangsang lain. Sehingga kadang membuat jalan pikiran semakin menjadi
kacau oeh hal tersebut. Penyebab bisa berupa tanda-tanda obsesi, phobia,
delusi, kehilangan pengertian dsb.
Dapat disimpulkan, keadaan emosi,
dalam keadaan tertentu seseorang sangat berpengaruh oleh emosinya. Sikap ini
dapat berupa kesedihan menekan, tidak bernafsu, tidak bersemangat, gelisah,
resah, suka mengeluh, tidak mau berbicara, termenung, menyendiri.
Langganan:
Postingan (Atom)
Popular Posts
-
Tolong Menolong dalam Islam Oleh: Siti Afiah Tolong menolong dalam bahasa A rab nya adalah ta’awun. Sedangkan menurut istilah, p...
-
Gus Bahak, Ulama Yang Enggan Dikenal Sewaktu menyantri di daerah Sarang, saya jadi tidak asing lagi mendengar nama Gus Bahak, orang...
-
Kekuatan Prasangka Oleh : M. Akrom Adabi Apa Itu Prasangka ? Prasangka merupakan sebuah dugaan yang terbesit dalam benak seorang ...


Recent Comment